Pendekatan Komunikasi PDS Kepada Masyarakat non Kristen
Perjuangan PDS yang universal dan Pancasilais sebenarnya merupakan representasi daripada perjuangan mayoritas bangsa Indonesia, sehingga manakala kita sampaikan tugas kita adalah: Usahakanlah Kesejahteraan kota / bangsa di mana engkau ditempatkan, dan kelanjutannya dikatakan ‘Dimana ada keadilan dan kebenaran maka disitu akan tumbuh Damai Sejahtera’. Maka dengan kesimpulan sederhana dapat dikatakan bahwa kemampuan Indonesia baru sampai di Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa). Karena selama adanya ideologi agama yang dipaksakan menjadi Undang-Undang yang konsekwensinya harus diikuti oleh semua orang, maka Sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab) belum terwujud. Kalau Sila kedua belum terwujud maka Sila ketigapun (Persatuan Indonesia) tidak akan terwujud, kita lihat masalah Aceh, Papua dsb. Lihat juga UU Pornografi yang tidak dipatuhi oleh beberapa Provinsi, hal ini sama saja dengan pembangkangan namun itulah kenyataannya. Dengan kondisi demikian maka Sila keempat apalagi kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) tidaklah akan pernah terwujud. Jangan mimpi ada damai sejahtera apabila tidak ada keadilan dan kebenaran di tengah bangsa ini.
Ada begitu banyak ketidakadilan terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, sehingga apabila masyarakat non Kristen melihat PDS memiliki solusi dan dapat dipercaya, mereka akan menjadikan PDS sebagai alternative pilihannya. Apalagi kalau kita mampu meyakinkan bahwa lambang salib itu adalah Pancasilais karena bagi umat Kristiani hal tersebut adalah representasi dari Sila Pertama dalam Pancasila, apa bedanya dengan Umat Muslim merepresentasikan Sila Ketuhanan dengan ‘Ka’bah’ ataupun Bulan Sabit bukankah semua itu adalah kekayaan bangsa ini. Sehingga dengan penuh keyakinan kita bisa katakan kami bukan partai agama, symbol kami terinspirasi dari Sila – sila dalam Pancasila, sama saja dengan lambang kepala banteng ataupun pohon beringin yang dimaknai dari lambang – lambang dalam Pancasila. Perjuangan kami untuk mensejahterakan bangsa ini. Alangkah naifnya apabila seorang mengaku nasionalis namun masih mengatakan : “Jangan membawa – bawa nama Tuhan dalam berpolitik”. Saya yakin orang itu tidak Nasionalis karena dia telah mengingkari Pancasila yang mengakui adanya Tuhan. Pengembangan dari pemahaman ini sangat luas dan bila dengan tepat disampaikan maka dengan mudah bisa membawa mereka yang non Kristen pun melihat PDS sebagai Partai yang Pancasilais dan layak diberi kesempatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar