Senin, 23 Maret 2009

Lagi Lagi PDS di rugikan

19/03/09 10:57
Revisi Jadwal Kampanye Repotkan PDS
Vina Nurul Iklima

INILAH.COM, Jakarta - KPU mengubah-ubah jadwal kampanye lagi dinilai sangat merepotkan seluruh parpol peserta pemilu. Parahnya, KPU tidak menjelaskan secara terbuka kepada parpol apa alasan pengubahan itu.

"Sesuatu perubahan kan membutuhkan persiapan-persiapan lagi dari awal. Ini sangat merepotkan. Lagipula kita (parpol) tak diajak rembuk. KPU tak memberi tahu apa alasan perubahan itu," cetus Ketua Bappilu Partai Damai Sejahtera (PDS) Sabar Martin Sirait di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, KPU tak mau mempertimbangkan segala kesiapan awal yang dilakukan oleh parpol untuk kampanye. Pasti itu akan banyak yang protes.

"Ya tapi mau bagaimana lagi? Kita tetap mendukung keputusan KPU," ujar dia.

Kesalahan KPU itu, lanjutnya, bisa karena kesalahan teknis atau human error. "Mungkin KPU sibuk, banyak kerjanya, waktunya mepet, sampai-sampai tak bisa mempersiapkan jadwal kampanye ini dengan benar," sindirnya.

Terkait isu pengubahan jadwal itu karena tekanan dari Presiden SBY, ia mengaku tak melihat indikasi ke arah itu. "Kita tidak tahu mengapa jadwal diubah dari yang sudah dikeluarkan," tandasnya. [ikl/sss]

Sabtu, 14 Maret 2009

PDS Tulus

Pendekatan Komunikasi PDS Kepada Masyarakat non Kristen

Perjuangan PDS yang universal dan Pancasilais sebenarnya merupakan representasi daripada perjuangan mayoritas bangsa Indonesia, sehingga manakala kita sampaikan tugas kita adalah: Usahakanlah Kesejahteraan kota / bangsa di mana engkau ditempatkan, dan kelanjutannya dikatakan ‘Dimana ada keadilan dan kebenaran maka disitu akan tumbuh Damai Sejahtera’. Maka dengan kesimpulan sederhana dapat dikatakan bahwa kemampuan Indonesia baru sampai di Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa). Karena selama adanya ideologi agama yang dipaksakan menjadi Undang-Undang yang konsekwensinya harus diikuti oleh semua orang, maka Sila kedua (Kemanusiaan yang adil dan beradab) belum terwujud. Kalau Sila kedua belum terwujud maka Sila ketigapun (Persatuan Indonesia) tidak akan terwujud, kita lihat masalah Aceh, Papua dsb. Lihat juga UU Pornografi yang tidak dipatuhi oleh beberapa Provinsi, hal ini sama saja dengan pembangkangan namun itulah kenyataannya. Dengan kondisi demikian maka Sila keempat apalagi kelima (keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) tidaklah akan pernah terwujud. Jangan mimpi ada damai sejahtera apabila tidak ada keadilan dan kebenaran di tengah bangsa ini.


Ada begitu banyak ketidakadilan terjadi ditengah-tengah masyarakat kita, sehingga apabila masyarakat non Kristen melihat PDS memiliki solusi dan dapat dipercaya, mereka akan menjadikan PDS sebagai alternative pilihannya. Apalagi kalau kita mampu meyakinkan bahwa lambang salib itu adalah Pancasilais karena bagi umat Kristiani hal tersebut adalah representasi dari Sila Pertama dalam Pancasila, apa bedanya dengan Umat Muslim merepresentasikan Sila Ketuhanan dengan ‘Ka’bah’ ataupun Bulan Sabit bukankah semua itu adalah kekayaan bangsa ini. Sehingga dengan penuh keyakinan kita bisa katakan kami bukan partai agama, symbol kami terinspirasi dari Sila – sila dalam Pancasila, sama saja dengan lambang kepala banteng ataupun pohon beringin yang dimaknai dari lambang – lambang dalam Pancasila. Perjuangan kami untuk mensejahterakan bangsa ini. Alangkah naifnya apabila seorang mengaku nasionalis namun masih mengatakan : “Jangan membawa – bawa nama Tuhan dalam berpolitik”. Saya yakin orang itu tidak Nasionalis karena dia telah mengingkari Pancasila yang mengakui adanya Tuhan. Pengembangan dari pemahaman ini sangat luas dan bila dengan tepat disampaikan maka dengan mudah bisa membawa mereka yang non Kristen pun melihat PDS sebagai Partai yang Pancasilais dan layak diberi kesempatan.

Sabtu, 07 Maret 2009

PILIHAN YANG TEPAT ADALAH :

Cara Memilih Yang Tepat :

untuk Dapil Jabar 1 meliputi Kota Bandung & Kota Cimahi

Pertama : Anda akan di berikan oleh petugas KPPS kertas suara sebanyak 4 Lembar yang terdiri dari :

1. Warna Kuning : untuk DPR RI
2. Warna Merah : Untuk DPD Jabar
3. Warna Biru : Untuk DPRD Propinsi Jabar
4. Warna Hijau : untuk DPRD Kota Bandung

Untuk Kerta suara Warna Kuning :
untuk kertas Suara yang berwarna kuning cari No. 25 Partai Damai Sejahtera lalu cari no. urut :4 Janto Widjaja, M.A lalu Contreng ( )

Terima Kasih

PDS Semakin Plural

Partai Damai Sejahtera semakin Plural

Partai Damai Sejahtera (PDS) mewujudkan janjinya untuk menjadi partai nasionalis dengan menempatkan calon legislatif (caleg) dari semua latar belakang agama. Ini tercermin dari daftar caleg yang semakin plural.

"PDS akan semakin menjadi partai nasionalis dengan menempatkan kader dari berbagai latar belakang agama dalam susunan caleg," kata Wakil Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu, di sela-sela pembekalan artis sebagai juru kampanye PDS di Jakarta, Senin (15/9) malam.

Denny Tewu menjelaskan, sebelumnya caleg PDS adalah mereka yang beragama Kristen. Namun mulai 2008 dalam daftar caleg untuk DPR partai ini mulai mengambil perwakilan dari agama-agama lain.

"Tak hanya Kristen seperti dulu, tapi banyak juga caleg yang beragama Islam, Hindu, dan Budha yang menjadi caleg PDS," kata dia.

PDS, lanjut Denny, merupakan wujud dari Indonesia mini. Namun ia berharap konstituen dari kalangan Muslim dapat memahami bahwa dalam kegiatan seremonial, PDS masih ada semacam kecanggungan, misal saja doa masih menggunakan cara Kristen dan tetap ada kegiatan kebaktian.

"Tapi kebiasaan itu tentu akan berubah seiring dengan perubahan visi misi partai yang lebih nasionalis," katanya. "Harap dimaklumi kalau ada sedikit kekagokan, mengingat pada awalnya PDS adalah partai Kristen."

Ia menambahkan pluralitas dalam PDS akan menjadi alat pemersatu bangsa dengan menempatkan Pancasila dan NKRI sebagai landasan utama. "Ini diharapkan menjadi model keteladanan dan kontribusi bagi kesatuan dan persatuan di Indonesia," katanya.

Terkait acara pembekalan para artis, Denny mengatakan hal ini adalah bagian dari kampanye, "Artis bukan hanya sebagai pendukung, tapi juga juru kampanye (jurkam). Bukan hanya dalam kampanye terbuka, tapi juga pendekatan 'dari pintu ke pintu', sebanyak mungkin kita rekrut artis sebagai caleg dan jurkam."


Tentang Israel & Palestina

Saling Membalas Tidak Selesaikan Masalah, Karena Pembalasan Hak Tuhan. PDS Serukan Perdamaian Israel & Palestina.


INILAH. COM, Jakarta - Apapun agamanya, setiap orang
pasti terpanggil hatinya melihat kekejaman Israel
menghancurkan Palestina. Sebagai partai yang didirikan
oleh umat Kristiani, Partai Damai Sejahtera (PDS) prihatin
dengan keadaan rakyat Palestina yang mengenaskan.

"Kami peduli dengan nasib yang menimpa rakyat Palestina
karena kami tahu bahwa rakyat Palestina majemuk seperti Indonesia," kata Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit di kantor pusat CDCC, Jakarta, Minggu (11/1).

PDS menyerahkan bantuan senilai 1.000 dolar AS dan Rp 3 juta. Uang tersebut dikumpulkan pada saat para anggota PDS mengadakan aksi unjuk rasa damai dari bundaran HI menuju kantor CDCC.

Di tempat yang sama, salah satu ketua MUI Amidhan mengaku senang dengan pemberian bantuan tersebut. Di Palestina, lanjutnya, telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel di Jalur Gaza.

"Kami gembira rekan-rekan pemeluk Kristen turut memberikan sumbangan bagi perjuangan rakyat Palestina," ujarnya. Semoga ini menjadi triger agar masyarakat lainnya melakukan hal yang sama tidak hanya NATO (No Action Talk Only).

Selain itu, Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Al Mehdawi menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian bangsa Indonesia untuk memberikan sumbangan untuk Palestina. Jangan melihat dari besar kecilnya sumbangan namun dari ketulusannya.

Menurut Fariz, rakyat Indonesia yang bersatu dan damai merupakan pesan bagi dunia terutama Israel yang kini membombardir Gaza.

Disamping itu Pendiri CDCC Din Syamsuddin yang tidak dapat hadir dalam acara pemberian bantuan tersebut mengatakan masalah Palestina merupakan masalah kemanusiaan. Oleh karena itu rakyat Indonesia harus menunjukkan solidaritas kemanusiaannya.

"Masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan. Karena itu kita harus menunjukkan solidaritas kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina," kata Din

Kamis, 05 Maret 2009

PDS &Ormas Buddhis

PDS & Ormas Buddhis Menentang "BUDDHA BAR" Di Indonesia

Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia, Bhiksu Gunabhadra Mahasthavira: "Nama Buddha bagi kami adalah sesuatu yang suci...."

Ketua Umum PDS, dr Ruyandi Hutasoit: " PDS menentang pembiaran pemakaian simbol-simbol agama yang dilindungi negara, dengan cara yang tidak relevan dengan pemuliaan agama yang bersangkutan...."

Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Fraksi PDS bersama ormas-ormas Buddhis menentang keberadaan Buddha Bar yang resmi beroperasi sejak beberapa bulan lalu. Mereka menyatakan bahwa pemerintah harus mencabut izin operasional Buddha Bar demi penghormatan kepada agama-agama yang dilindungi oleh UUD'45, dalam hal ini agama Buddha. Pernyataan ini disampaikan pada Diskusi Publik mengenai Buddha Bar di Gedung Nusantara I DPR RI (27/02) yang dihadiri oleh anggota Fraksi PDS, pengurus DPP PDS dan sejumlah ormas Buddhis dari berbagai latar belakang profesi.

Ketua Umum PDS, dr. Ruyandi Hutasoit, mengatakan, "Sebagai partai nasionalis yang memperjuangkan ditegakkannya Pancasila dan UUD'45 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), PDS berkeyakinan bahwa penghormatan kepada agama-agama yang dilindungi negara adalah syarat mutlak bagi keberlangsungan negara Indonesia yang plural secara damai. PDS menentang pembiaran pemakaian simbol-simbol agama yang dilindungi negara, dengan cara yang tidak relevan dengan pemuliaan agama yang bersangkutan atau menyinggung kesakralannya."

Sementara itu, Ketua Forum Anti Buddha Bar yaitu Bhiksu Gunabhadra Mahasthavira secara tegas menyatakan, "Bar yang identik dengan keduniawian dan kenikmatan ragawi jelas-jelas kontradiktif dengan Buddha dan ajarannya yang penuh dengan kesederhanaan dan meredam nafsu duniawi. Nama Buddha bagi kami adalah sesuatu yang suci. Kami bukanlah warga kelas dua, kami sama kedudukannya dengan pemeluk agama lain."

Melalui Diskusi Publik ini PDS juga menghimbau seluruh masyarakat untuk mendukung setiap perjuangan menegakkan kerukunan dan saling menghormati di antara pemeluk agama di negara Indonesia yang pluralis.

Jumat, 27 Februari 2009

PDS : Partai Terbuka

Categorized | Berita, Nasional

Mengaku Partai Terbuka, PDS Ajukan Kiai jadi Caleg

Posted on 25 August 2008

Partai Damai Sejahtera (PDS) telah menyatakan partainya sebagai partai terbuka. Untuk membuktikan hal tersebut, dalam pemilu 2009 nanti, mereka memasukkan caleg selain dari kalangan nasrani, juga dari berbagai agama seperti Islam, Hindu, Budha, dan Konghucu. PDS mengaku juga mencalonkan beberapa ‘kiai’ dan ‘aktivis muslim’.

“Memang PDS awalnya dibentuk kalangan Kristen. Tapi, sekarang tidak lagi, PDS sudah terbuka,” ujar Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit.

Ruyandi melanjutkan, Sepuluh persen caleg partainya yang berasal dari lintas agama membuktikan bahwa PDS adalah partai yang terbuka dan menjamin kebebasan baragama.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Wakil Ketua Umum DPP PDS Denny Tewu dalam diskusi di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (22/8). Menurut Denny, sejumlah ‘kiai’ dan ‘aktivis muslim’ yang dicaleg-kan PDS itu tersebar di seluruh wilayah Jawa mulai dari Jawa Timur sampai Banten. Langkah ini dilakukan agar kebhinnekaan yang menjadi ciri khas negara Indonesia terus terjaga di PDS.

“Yang sudah masuk jadi caleg di nomor jadi ada dari Jatim, Jateng, Jabar dan Banten. Saya lupa namanya. Ada juga yang aktivis muslim seperti di Jember. Yang pasti kami senang sekali mereka bisa bergabung dengan kami. Karena yang penting karyanya, bukan lambangnya,” terang Denny.

Umat Islam dianjurkan untuk berhati-hati pada partai Kristen ini yang mencoba memakai topeng para caleg muslimnya untuk menutupi wajah mereka sesungguhnya yang memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Salah satu bukti permusuhan mereka, dalam situs resminya PDS menanggapi UU Perbankan Syariah dan UU Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang belum lama ini disahkan bukan saja sangat mengancam keutuhan NKRI tetapi juga tidak akan membawa bangsa ini menuju kesejahteraan dan kemajuan